Tentang Kami

 

Tentang Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Perkebunan Kahyangan Jember

 

PROFIL DAN PERAN STRATEGIS PERUMDA PERKEBUNAN KAHYANGAN JEMBER

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jember yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung pembangunan dan perekonomian daerah. Perusahaan ini pada awalnya didirikan dengan nama Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 1969 tanggal 12 Februari 1969. Dalam perkembangannya, regulasi mengenai perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, antara lain melalui Peraturan Daerah Tahun 1989 dan Tahun 1997, terutama berkaitan dengan penambahan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Jember.

Transformasi kelembagaan yang lebih mendasar terjadi dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 2 Tahun 2012 tanggal 20 September 2012, yang mengubah nomenklatur perusahaan menjadi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember sekaligus menyesuaikan arah pengelolaan perusahaan dengan perkembangan kebutuhan usaha dan pembangunan daerah. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan kebijakan pengelolaan BUMD, Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember. Dengan ditetapkannya Perda tersebut, kelembagaan perusahaan mengalami transformasi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember, yang selanjutnya menjadi dasar dalam penyelenggaraan kegiatan usaha, tata kelola perusahaan, pengelolaan sumber daya, serta hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

Perubahan bentuk badan hukum tersebut tidak sekadar merupakan perubahan nomenklatur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kemandirian, dan daya saing perusahaan. Pengelolaan Perumda dituntut untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, efisiensi operasional, transparansi, serta pengelolaan sumber daya manusia secara profesional. Dalam konteks tersebut, proses pengisian jabatan Direksi dan organ perusahaan juga diarahkan melalui mekanisme yang objektif dan profesional, termasuk melalui tahapan seleksi dan fit and proper test, sehingga diharapkan mampu menghasilkan jajaran manajemen yang memiliki kompetensi, integritas, pengalaman, dan kapasitas untuk membawa perusahaan menghadapi dinamika dunia usaha.

Secara operasional, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember mengelola areal Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 3.800,3539 hektare, yang tersebar dalam tiga kebun induk dan dua kebun bagian. Komoditas utama yang selama ini menjadi basis usaha perusahaan adalah kopi dan karet, dengan cengkeh sebagai salah satu komoditas penunjang selain itu juga komoditas tanaman Tebu juga dikembangkan. Selain mempertahankan dan meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan utama, perusahaan juga terus didorong untuk melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan tanaman nonperkebunan yang memiliki nilai ekonomi, pengolahan hasil perkebunan, pengembangan produk hilir seperti kopi bubuk, serta pemanfaatan potensi kawasan perkebunan untuk kegiatan agrowisata.

Arah pengembangan tersebut menjadi semakin penting karena Perumda Perkebunan Kahyangan Jember tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai perusahaan yang bergerak pada kegiatan budidaya komoditas perkebunan. Ruang lingkup usaha perusahaan telah berkembang menuju konsep agrobisnis yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan lahan dan budidaya, peningkatan produktivitas dan kualitas hasil, pengolahan pascapanen, hilirisasi produk, pemasaran, pengembangan agrowisata, hingga pengembangan usaha lain yang memiliki potensi ekonomi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, pengembangan usaha Perumda ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi komoditas primer, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah (value added) dari setiap aset dan sumber daya yang dimiliki. Komoditas kopi dan karet, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari rantai nilai yang dapat dikembangkan melalui peningkatan mutu, pengolahan, pengemasan, branding, pemasaran, dan perluasan akses pasar. Demikian pula kawasan perkebunan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata yang mengintegrasikan aspek ekonomi, edukasi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, peningkatan biaya produksi, tuntutan terhadap kualitas dan keberlanjutan produk, perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan pasar menuntut perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus melakukan inovasi dan efisiensi secara berkelanjutan. Di sisi lain, keberadaan aset perkebunan dalam skala yang luas memberikan peluang bagi perusahaan untuk membangun sumber-sumber pendapatan baru melalui diversifikasi usaha dan hilirisasi.

Oleh karena itu, pengelolaan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember perlu ditempatkan dalam perspektif korporasi yang sehat, produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Orientasi perusahaan tidak hanya pada peningkatan pendapatan dan laba, tetapi juga pada optimalisasi aset daerah, peningkatan nilai perusahaan, penguatan daya saing produk, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan kemampuan dan kinerja perusahaan.

Sejak awal pendiriannya, BUMD ini memiliki mandat untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah, menyediakan manfaat umum melalui penyediaan lapangan kerja serta barang dan/atau jasa yang bermutu, mengoptimalkan potensi dan karakteristik daerah, memperoleh keuntungan yang wajar dan berkelanjutan, serta turut mendorong perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Mandat tersebut tetap relevan dalam bentuk kelembagaan Perumda saat ini, namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan tuntutan tata kelola perusahaan modern dan dinamika dunia usaha.

Dengan karakter tersebut, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember memiliki dua dimensi fungsi yang berjalan secara simultan. Di satu sisi, perusahaan merupakan entitas bisnis yang dituntut mampu beroperasi secara efisien, menghasilkan keuntungan, meningkatkan produktivitas, mengembangkan pasar, dan menjaga keberlanjutan usaha. Di sisi lain, sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Jember, perusahaan juga memiliki dimensi pelayanan dan kemanfaatan umum, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan aset daerah untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kedua fungsi tersebut bukanlah dua tujuan yang harus dipertentangkan, melainkan perlu dikelola secara seimbang melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, profesionalisme manajemen, efisiensi, inovasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan usaha. Kemampuan Perumda dalam menyeimbangkan fungsi korporasi dan fungsi pelayanan publik akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan perusahaan sebagai BUMD strategis Kabupaten Jember.

Ke depan, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember perlu memperkuat transformasinya dari perusahaan yang berbasis pada produksi komoditas perkebunan menjadi perusahaan yang mengembangkan rantai nilai agrobisnis secara terpadu. Penguatan komoditas inti, hilirisasi hasil perkebunan, diversifikasi usaha, pengembangan agrowisata, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dari strategi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan.

Dengan transformasi tersebut, Perumda Perkebunan Kahyangan Jember diharapkan mampu menjadi BUMD yang tidak hanya menjaga dan mengoptimalkan aset perkebunan milik daerah, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial secara berkelanjutan, memperkuat ekosistem agrobisnis daerah, membuka kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan perekonomian Kabupaten Jember.

 

 

 

 

Bagikan ke: